14.6.06

Posko Hijau Bangkitkan Ekonomi Sampah Kota

Potensi Ekonomi Sampah Rp 562,5 Juta Per Hari
Beberapa Asosiasi Sepakat Perangi Sampah

BANDUNG, (PR).-Beberapa asosiasi pengusaha, asosiasi profesi, dan LSM sepakat untuk mendirikan Jaringan Posko Hijau (JPH), sebagai gerakan untuk menggalang partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah secara baik dan benar.

Selain dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan yang sehat, JPH bertujuan menciptakan suatu nilai tambah yang layak dari pengelolaan sampah yang benar. dengan demikian dapat dijadikan alternatif penciptaan lapangan kerja dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat.

Demikian salah satu pemikiran dalam deklarasi pendirian JPH yang di antaranya didukung Asosiasi Pupuk Kecil Menengah Indonesia (APPKMI) Jabar, Asosiasi Konsultan Non Konstruksi Indonesia (Askindo), Asosiasi Kelompok UUPKS (AKU) Jabar, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kota Bandung, dan Forum RW Kota Bandung.
"JPH ini merupakan kelanjutan dari Gerakan Darurat Penanganan Sampah Kota (GDPSK) yang didirikan 22 Februari 2005, tepat sehari setelah terjadinya bencana longsor di TPA Leuwigajah. Namanya kita ubah karena tujuannya lebih luas," ujar inisiator pendirian GDPSK dan JPH, Sonson Garsoni, usai penandatanganan deklarasi JPH, akhir pekan lalu. 


Menurut dia, dalam setahun terakhir ini lewat berbagai sosialisasi mengenai pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, GDPSK telah berhasil mendorong pembentukan 22 instalasi pengelolaan sampah kota (IPSK) di tingkat komunal/RW, 500 di tingkat RT, dan 30 IPSK di lingkungan industri.
"Pengelolaan sampah ini memang harus berjalan secara simultan di tiap-tiap level pengolahan. Pengelolaan di rumah tangga, komunal, industri, dan TPA, pembenahannya harus dilakukan bersama. Ini memerlukan tingkat teknologi yang berbeda-beda," katanya.
Menyinggung potensi ekonomis dari sampah, Sonson optimis jika pengolahan bisa dilakukan secara simultan di tiap-tiap level, bisa meningkatkan perekonomian secara signifikan. "Misalnya jika semua sampah di Kota Bandung, Kab. Bandung, Kota Cimahi (Bandung Raya) diarahkan pengolahannya menjadi kompos, paling tidak akan memunculkan bisnis baru senilai Rp 450 juta per hari," katanya.
Bernilai tinggi


Dijelaskan, jumlah sampah di Bandung Raya kurang lebih 15.000 m3,, jika diasumsikan separuhnya merupakan sampah organik (berdasarkan penelitian sampah di Indonesia 74% organik-red), maka akan didapat 7.500 m3 bahan kompos.
Jika jumlah 7.500 m3 sampah organik diolah menjadi kompos, paling tidak 30% bisa menjadi kompos atau setara dengan 2.250.000 kg. Jika dijual dengan harga AKU (asosiasi kelompok usaha UPPKS), lembaga yang penampungan kompos dari sampah perkotaan, yang bersedia membeli Rp 250,00/kg berarti akan didapat Rp 562,5 juta per hari.
"Jika langsung dijual ke pasar umum nilainya bisa lebih tinggi lagi, karena harga pasarannya saat ini Rp 500,00 - Rp 600,00/kg. Di beberapa tempat malah bisa Rp 1.000,00/kg. Tapi ke mana pun menjualnya, yang terpenting sampah bisa dieliminasi. Dengan demikian, Bandung lautan sampah tidak terulang lagi," katanya.

Sementara Ketua HKTI Kota Bandung, H.M. Hardi Maksud, mengatakan untuk bisa melancarkan gerakan komposisasi sampah di masyarakat, diperlukan adanya upaya untuk perubahan paradigma berpikir untuk sampah. Selain upaya sosialisasi dan edukasi, juga diperlukan adanya dukungan regulasi dari pemerintah, sehingga upaya perubahan tersebut memiliki kerangka yang jelas. (A-135)***

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos