13.7.06

Teknologi Komposter BioPhoskko Makin Diterima Publik

Tak disangka jika suatu teknologi - yang hanya dalam bilangan belasan bulan di kenalkan kini telah makin diterima masyarakat. Itulah teknologi komposter Biophoskko®- alat pembuat kompos sekaligus pengolah sampah.
Komposter BioPhoskko® yang di launching ke masyarakat hanya selang 2-3 hari sejak bencana longsor sampah di TPA Sampah Leuwigajah Cimahi Jawa Barat, tepatnya tanggal 25 Februari 2005 lalu, kini telah mendapat tempat di kalangan beberapa "public figur" - yakni pejabat dan bahkan artis. Dalam kesempatan mengunjungi pameran Hari Keluarga ( Harganas XIII) di Bogor, Drs. Danny Setiawan, MSi- sebagai orang nomor satu Jawa Barat atau Gubernur Jawa Barat ini berkenan berkunjung dan berbincang beberapa lama di stand KencanaOnline menanyakan hal ihwal teknologi komposter pengolah sampah ini. Tidak hanya Gubernur Jawa Barat, Ketua DPRD Jawa Barat Drs. H Ruslan, kemudian Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Paiman serta Deputi BKKBN Drs Imam Haryadi, MSc juga bersama-sama menyambangi dan memberi perhatian pada alat komposter skala rumah tangga yang dipamerkan di kesempatan tersebut.

Di kesempatan dan saat terpisah, PT CV SINAR KENCANA- sebagai produsen alat dan bahan pengolahan sampah ini tidak kurang merasa tersanjung. Ceritanya suatu hari, Pikiran Rakyat edisi Minggu, 11 Juni 2006, memuat tulisan Dewi "Dee" Lestari tentang "Berburu Kompos". Di tulisan tersebut, Dewi Dee memuat pendapatnya kalau komposter saat ini hanya ada di Jalan Pungkur. Bukan main ! Seorang artis Dewi Lestari Simangunsong - yang akrab dipanggil Dee - dulu dikenal sebagai seorang penyanyi yang tergabung dalam Trio RSD (Rida Sita Dewi) mau-maunya menulis dan memperhatikan pengolahan sampah mandiri di rumah. Maka diupayakanlah mencari no HP si artis cantik ini, diantaranya melalui wartawan dan Pemimpin Redaksi PR - yang menjadi relasi Direktur CVSK- untuk upaya sekedar mengucapkan terimakasih atau "say hello". Namun belum sempat terhubungi, dan saat itu Sonson Garsoni- Direktur CVSK hanya bisa kirim sms, rupanya artis cantik ini memang dasarnya berfikir serius soal sampah. Suatu siang tanpa berita dan janjian sebelumnya, Dewi Dee Lestari sendirian datang juga ke kantor CVSK - di bilangan jalan Pungkur ini. Maka perbincangan jadi lama dan asyik, maklum wanita cerdas yang mampu menulis novel non - fiksi best seller di usia muda ini, Dewi- yang kemudian juga diketahui adalah keponakan dari Paian Siaahan, SH - pengacara beken relasi Direktur CVSK- tak pernah kehabisan bahan perbincangan. Ujungnya.............................sang Direktur CVSK mendapat "green light" kalau Dewi Dee Lestari- suatu saat menjadi "endoser" Green Phoskko®.
Kini, Dewi Dee yang namanya termasuk dalam jajaran penulis hawa yang diperhitungkan di belantara dunia sastra Indonesia setelah ia meluncurkan novel “Supernova Satu”: dan terlahir di Bandung, 20 Januari 1976, dengan sukacita memulai mengolah sampah secara mandiri di rumahnya yang asri dan besar di bilangan Awiligar Bandung ini.
Keberuntungan si komposter Biophoskko® di bulan Juni ternyata masih berlanjut hingga Juli. Saat pameran Cooperative Fair di lapangan Gazibu Bandung, secara agak mendadak, peminat komposter dari Brunei Mr Zainuddin Hj Bin Tuah - yang mantan Menteri Perindustrian Brunei Darussalam- dan kini memimpin syarikat Undang Jaya ini, juga berkeinginan segera mengimpor komposter ini bagi kepentingan olah sampah di Brunei. Rupanya kesertaan CVSK pada pameran " East Asean Growth Area" di Brunei tahun 2005 lalu membuahkan hasil satu tahun kemudian. Bahkan bukan hanya ke Brunei, di bulan Juli, atas biaya dan undangan Syarikat Konsortium Melayu Selayang Berhard (KMSB) yang berminat impor untuk ikut mengatasi masalah pepejal di negri Malaysia- khususnya Kuala Lumpur.
Maka digelarlah upacara penandatanganan Nota Kesepahaman (MOU) antara Syarikat Undang Jaya dengan PT CV SINAR KENCANA guna ekspor segera ke negara Brunei dengan mendapat liputan luas dari berbagai media cetak seperti Sinar Harapan, Kompas, Bisnis Indonesia, PR, Gala, Republika dan Tribun serta TVRI, STV, CitiChannel dan Bandung TV ini.
Kalau sudah banyak silaturahmi dengan pejabat dan artis, kayaknya komposter Biophoskko® bisa jadi primadona produk CVSK di masa kini dan masa depan. Semoga aja ya,....... ....amiiiiiin.*****)

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos