10.9.06

Posko Hijau Di Cipageran Kota Cimahi

Ambisi kota Cimahi menjadi Kota Kompos ( PR, 2 Maret 2006) pada tahun 2010 bukan tanpa alasan. Longsor sampah di TPA Leuwigajah yang menewaskan seratus jiwa lebih pada 21 Maret 2005 lalu masih membekas di ingatan warga hingga kini. Kendati TPA itu kini ditutup dan 3 kabupaten Kota- yakni Cimahi-Kota Bandung dan Kab Bandung- menjadi repot karenanya, penolakan warga akan keberadaan TPA berada di wilayahnya terus berlangsung manakala Pemerintah menghembuskan kehendak membukanya kembali.
Walikota Ir. H. M. Itoc Tochija, M.M., yang mencetuskan ide Kota Kompos sepantasnya diacungi jempol, kendati keinginan ini nampaknya kurang disambut secara antusias oleh aparat Pemerintah Kotanya sendiri. Nampak ketika jawaban kepada peneliti muda, sdri Rafianti dari Universitas Wageningen, bertanya kepada Dinas dan Badan di Cimahi tentang pengembangan kompos sebagai jalan keluar dari masalah sampah. Keinginan hanya diterjemahkan lewat pengadaan dana pembelian sedikit komposter dan tempat sampah, selebihnya kumaha masyarakat wae.............

Mulai berkembangnya pengomposan khususnya di Cimahi adalah dipicu longsornya TPAS leuwigajah yang kemudian dengan gencar dilakukan IR Sonson Garsoni - seorang pengusaha di Bandung yang peduli lingkungan kemudia seringkali mengumpulkan berbagai komponen masyarakat guna mengadopsi teknik membuat kompos dengan menggunakan Bio Reaktor Mini (BRM) atau Komposter. Merobah persepsi masyarakat bahwa membuat kompos praktis dan mudah memang tidaklah gampang. Berpuluh tahun lalu kompos dipersepsikan sebagai pekerjaan kumuh dan bau, dan hanya petani peminat pupuk aja yang membuatnya. Dengan menyiapkan lahan kemudian menimbun sampah lapis demi lapis serta membaliknya setiap beberapa hari akan menjadi kompos dalam 1 bulan. Kendati kini diberikan teknik menggunakan Bio Reaktor Mini (BRM), dengan hanya memasukan bahan sampah organik sert mencipratinya dengan aktivator kompos Green Phoskko dan mencampur serta mengaduknya dengan penggembur ( bulking agents) Green Phoskko kemudian dibiarkan selama 12 hari pun akan jadi kompos, tetap tidak mudah membuat kompos untuk serta merta menjadi kegiatan masyarakat. Namun, kendati belum semua masyarakat melakukannya, kini beberapa pemuda berusaha konsisten menjadikan usaha kompos dari sumber sampah rumah tangga di lingkungannya antara lain dilakukan oleh Uus, di RW 15 Cipageran Kota Cimahi.

Sampah yang diproduksi warga Kota Cimahi, jika keadaan TPA bermasalah terpaksa dibiarkan bertumpuk di tempat penampungan sementara (TPS). Dengan volume sampah mencapai 1.200 m3 per hari, timbunan sampah semakin menggunung karena Kota Cimahi tidak memiliki tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Kemudian dengan ide mengolah menjadikan sampah kompos, sebanyak 6 unit BRM tipe L di kelola Uus untuk pengelolaan sampah di RW 15 Cipageran Cimahi. Dengan Bio Reaktor itu Uus melayani pengelolaan sampah dari 100 KK, dengan cara menguimpulkannya melalui penarikan sampah yang dilakukan setiap 2 hari sekali dengan volume sebanyak 3 gerobak atau 1,5 m3, Uus juga menerapkan sistem pemilahan antara sampah organik dan non organik dilakukan yang di lokasi pengolahan sampah - yang kemudian diberi nama Pilot PLAN...........entah apa maksudnya Dinas Lingkunagn Hidup Kota Cimahi menamainya demikian.

Dari pekerjaan tersebut, Uus kemudia mendapat penghasilan dari menjual Kompos yang dihasilkan dijual ke masyarakat sekitar dengan harga Rp. 15.000 per karung dan ditambah pendapatan dari retribusi kebersihan warga secara sukarela setiap dia menarik sampah dari rumah ke rumah. Nah jadi lumayan juga dapat duit dari masalah TPA sampah..................sekiranya setiap warga mengolah sendiri di rumah-rumah malahan nagk bisa Kang Uus dapat penghasilan dari kompos dong.................

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos