10.9.06

Posko Hijau Di Rumah Sakit St Boromeous Bandung

 Mengapa sekelas RS Boromeus kok membeli Komposter Biophosko ? Bukankah ada insinerator guna memusnahkan semua limbahnya ? Inilah yang menarik, para bagian rumah tangga RS Boromeus Bandung suatu saat berkunjung ke CVSK di Jl. Pungkur 115 Bandung - yang tiada lain adalah produsen sekaligus prinsipal komposter Biophosko di Bandung. Para suster yang berkerudung putih dan berseragam hitam putih itu dengan tekun membaca dan bertanya tatacara pengolahan sampah domestik padat menjadi kompos.
Ternyata, pembaca, manajemen RS Boromeus diyakini telah sangat mengerti akan bahayanya jika terjadi pencampuran antara sampah padat dengan sampah B3 ( Berbahaya, Beracun, Bau) - yang umumnya dihasilkan suatu rumah sakit dan terkatagori cytotoxic (mengandung racun, red). Tidak dapat dibayangkan jika jarum suntik bekas, bekas perban, potongan daging manusia maupun peralatan operasi lainnya bercampur dengan sampah dapur. Jika hal ini terjadi dan sampah tersebut terbuang ke TPS akan menyebabkan penularan penyakit kepada setiap orang yang bersentuhan dengan sampah tersebut atau air lindi yang dihasilkan di TPA akan merasuki sumur penduduk serta aliran air sungai. Dari segi kesehatan lingkungan cara penanganan tersebut, disamping melanggar ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan No.986/MENKES/PER/XI/1992 tentang kesehatan lingkungan rumah sakit dan PP.12 tahun 1995 tentang pengelolaan limbah B3, juga dapat membahayakan kesehatan masyarakat sekitarnya karena sampah klinis merupakan sampah infeksius yang mayoritas sudah terkotaminasi dengan bakteri, virus dan bahan radioaktif maupun bahan beracun dan berbahaya (B3).
Dengan mengolah sampah dapur di RS Boromeus menjadi kompos, akan terjamin tidak adanya sampah B3 dan sampah medis tercampur ke sampah padat bersumber dari dapur. Memang sampah medis akan dibakar di insinerator bersuhu diatas 1000 derajat celcius- dengan demikian dipastikan hancur menjadi abu sementara sampah dapur dipastikan menjadi kompos. Sementara kompos pun terjamin tidak akan keluar dari area Rumah Sakit jika saja digunakan di pekarangan RS Boromeus - yang memang hijau karena banyak tanaman, bunga dan pohon tersebut.

Ditengah masih terbatas dan rendahnya RS memiliki fasilitas IPAL dimiliki rumah sakit di Kota Bandung, tentu saja bagi Boromeus dengan mengadakan beberapa unit Komposter akan menjadikan RS Boromeus selangkah lebih maju lagi dibanding Rumah Sakit lainnya di Kota Bandung. Dengan adanya fasilitas pengolahan komposter BioPhosko tentu saja akan melengkapi fasilitas insinerator, serta IPAL yang sudah ada sebelumnya. Konon menutut BPLHD Kota Bandung, insinerator Rumah sakit guna memusnahkan Limbah padat medis seperti bekas sarung tangan, jarum suntik, dan alat-alat kelengkapan operasi lainnya yang wajib dimusnahkan dengan cara dibakar menggunakan insinerator masih terbatas. Dari 28 rumah sakit di Kota Bandung, hanya 10 rumah sakit yang sudah memiliki insinerator. ”Sisanya, numpang ke rumah sakit yang sudah punya insinerator,” katanya (PR, 22/7/06).
Menurut Kabid Pencegahan BPLHD, cerobong insinerator minimal harus 2,5 kali lebih tinggi dari bangunan tertinggi yang ada di sekitarnya. Di Kota Bandung, rata-rata insinerator dibangun di lokasi yang sama dengan rumah sakit tersebut. Artinya, insinerator ada di daerah jantung perkotaan.
Mengapa sekelas RS Boromeus kok membeli
Nah jika Insinerator saja belum dimiliki semua Rumah Sakit, jika tanpa memiliki komposter pengolah sampah organik dari dapur - jangan-jangan ada bagian tubuh manusia pasien -yang ikut terbuang ke TPS ? Pantes aja ya di bagian belakang rumah sakit tertentu- khususnya dekat kamar jenazah dan TPS suka memberikan suasana serem, dingin dan ihh...........................kali aja ada di TPS, bagian tubuh - yang ngak rela ditinggal tidak ikut badan lainnya.................he................he......eh hi.....hihihi... komposter bisa mengusir penampakan ye.............++++++++++++)

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos