2.12.06

Posko Hijau Di Malaysia

" Sampah bermasalah bukan hanya di Indonesia, Pak Cik..........," demikian Encik Saiful Bahri kepada kami ketika berkunjung atas undangan Konsortium Melayu Selayang Bhd ( Kmsb) pada bulan Juni 2006 lalu. Memang, tanpa sepengetahuan beliau, kami pun jalan-jalan mengitari beberapa pertokoan Desa Taman Bakti, Selayang di wilayah Batu Caves Negera bagian Selangor ini. Dan, didapatkanlah tumpukan sampah di berbagai sudut bangunan.
Bedzanya dengan persampahan di tanah air , Malaysia sudah lama mengkontrakan pengelolaan sampah kepada para kontraktor swasta. Terdapat antara lain nama Syarikat Alam Flora - yang mengelola colecting sampah di bandaraya Kualalumpur. Dan diluar itu masih banyak syarikat ( perusahaan, red) yang mengelola penerimaan sampah maupun colector di berbagai wilayah negeri lainnya. Dengan pengelolaan di tangan swasta, kerajaan ( Pemerintah, Red) mengelola iuran atau retribusi ( cukai pintu ) dari rumah-rumah rakyat; Besaran cukai pintu pun berbeda tergantung kepada jenis dan luasan rumah serta isi perabot furniture di dalamnya; " Rata-rata RM 600 / 6 bulan bagi rumah sederhana dan peralatan wajar" , demikian Encik Saiful Bahri berujar kepada Tim Posko Hijau.
Sejak Tapak Pelupusan sampah di Air Hitam, Puchong dan Jinjang tidak mampu menerima limpahan sampah dan bahkan sudah taraf mencemari sumur penduduk dan sungai maka konsentrasi buangan sampah diarahkan ke Bukit Tagar, Hulu Selangor. Di bulan Juni 2006, kami saksikan Truk Compactor antri memasuki Tapak Pelupusan itu, dan berdasar penuturan sopir hal itu bisa berlangsung sampai sore hari. Setiap sampah dari Bak Sampah komplek Rumah di masukan ke Compactor dan kemudian di Press menjadi bala pres yang berukuran lebih kecil.

Kini Malaysia sedang mencari berbagai teknologi termasuk versi Indonesia. Kami, dari perusahaan PT CV Sinar Kencana - selaku Principal Company Komposter BioPhosko bersama LIPI - yang mengenalkan teknologi Incenerator ( pembakaran suhu tinggi ) berusaha meyakinkan pihak Bandaraya KL akan paket Insinerator dengan Komposter. Namun, kesimpulan sementara, insinerator bagus namun cost tinggi dan tidak ada penerimaan. " Secara ekonomis, teknologi ini baik digunakan jika rakyat mau "at all cost" bayar iuran sampah" demikian Dato Sayidin Tamby selaku pemuka masyarakat Selangor berpendapat. Maka, sementara akan dikenalkan kepada rakyat Malaysia adalah teknologi komposter Biophoskko - yang memang telah teruji kehandalan dan kelayakan ekonomisnya di berbagai kota di Indonesia-khususnya di Bandung. 
Sebuah Harian menulis : " ...............Di Malaysia, terdapat hampir 230 tapak pelupusan sampah dengan purata keluasan 15 hektar untuk setiap tapak. Pengurusan dan latihan operasi di kebanyakkan tapak pelupusan ini secara keseluruhannya adalah lemah. Lebih daripada 60 peratus daripada tapak-tapak pelupusan ini adalah tapak pelupusan terbuka yang di cirikan sebagai tapak untuk tujuan kajian yang bersesuaian, kekurangan bahan untuk menimbus, kekurangan kemudahan jambatan timbang dan ketiadaan kaedah khusus untuk mengawal penceramaran air larut resap dan pembebasan gas.“Walaubagaimanapun, pelupusan sampah mempunyai beberapa kekurangan biasanya dari pengurusan yang tidak teratur. Dua kesan utama adalah penghasilan air larut resap dan pembebasan gas-gas yang merbahaya. Pengurusan yang tidak teratur daripada dua sumber penceraman ini akan mendatangkan kesan negatif kepada alam sekitar dan masyarakat,” katanya kepada media.Pada masa kini, pengurusan sisa pepejal didefinisikan sebagai satu disiplin yang berkaitan dengan pengawalan dan pengurusan penghasilan, penyimpanan, pengumpulan, pemindahan dan pengangkutan, pemprosesan dan pelupusan sisa pepejal dengan kaedah yang selaras dengan prinsip-prinsip terbaik dari segi kesihatan umum, ekonomi, kejuruteraan, pemuliharaan, nilai estetika dan pertimbangan alam sekitar. ..........( Tribun Putera Online, 26 May 2006)

Dengan bekal itulah serta atas kunjungan Deputy Secretary General Kementerian Usahawan dan Koperasi Malaysia ke Bandung di bulan Agustus 2006, PT CV Sinar Kencana mulai mengekspor hampir 100 unit Komposter type S, M, L dan beberapa unit Komposter Rotary Klin Tangan ( Hand Rotary) dan standar- yang berkapasitas hingga 1 tons per proses dalam 5 hari . Beruntunglah di saat kedatangan produk di Port Klang, di saat sama terdapat Malaysia Agriculture ( MAHA) EXPO, dan kami pun memajang beberapa produk tersebut, dan mendapat sambutan luar biasa dari berbagai delegasi visitor dari berbagai negara bagian seperti Pahang, Kedah, Kelantan dan Johor dan Serawak.

Penempatan Komposter type S, M, L di berbagai lokasi di Kajang, Selangor, Kedah dan Seremban di Malaysia serta berbagai kota lainnya menyusul, memberikan kepuasan kepada kami dari Bandung - yang telah berhasil meyakinkan warga Malaysia guna menerima Komposter sebagai alat mengelola sampah sekaligus membuat baja organik ( pupuk organik). Bahkan pihak Kerajaan Tempatan Selangor dan secara khusus Yang dipertua (Wali Kota) pun turut memberi apresiasi kepada agen kami di Malaysia dengan meminta kertas kerja secara langsung dan membuat proyek penempatan beberapa komposter di Kualalumpur dan Batu Caves Selangor.

Maka di suatu moment kami chating, Encik Saiful sangat masgul :
syana82........: Pak sonson ini saiful.... presentation ini mustahak.. sekiranya kita berjaya menyakinkan Yang Dipertua ini kemudian ini akan menjadi eye opening untuk kerajaan tempatan yang lain. kerana selepas setup segalanya di Kajang nanti dia akan panggil Menteri Besar untuk merasmikan komposter ini dan memerentahkan yang dipertua lain untuk menggunakannya
syana82....: Kami sudah disuruh untuk membuat kertas kerja untuk setup tempat buat kompos ini termasuk tenda dan peralatannya.

Kini kami harus bekerja keras memproduksi mineral penggembur ( bulking agents), compost aktivator atau biodekomposer serta komposter aneka type guna memenuhi permintaan warga Malaysia - yang sedang giat ikut serta pada seruan kempen Kerajaan membersihkan sampah di Malaysia guna menghasilkan kompos ( baja organik) agar memberikan pupuk kepada pertaniannya bebas kimia dan pestisida di masa yang akan datang.............................................

Walaupun kami harus bekerja keras namun kami senang......inilah sebenarnya cita-cita kami - ketika tahun 2005 lalu menggelar presentasi teknologi komposter kepada Walikota Bandung, Kepala Dinas Kebersihan DKI dan peserta Lokakarya PPLH IPB, BKKBN Pusat, Walikota Cimahi, KLH dan berbagai instansi pemerintah maupun BUMN - yang baru terwujud sekarang - yakni sederhana ketika sepekan lalu Walikota Batu Caves Selangor Malaysia mendengar laporan adanya teknologi komposter.................................... Bekerja di Indonesia dan Malaysia kan sama saja; Sama -sama Melayu bukan ?......................Tim Posko Hijau++++++++)

1 komentar:

Anonim mengatakan...

–éHola!

Tal vez, consentir–ď© con su frase
[url=http://eru1.myftp.biz/]Worker[/url]

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos

Memuat...