14.11.07

Model Pengelolaan Sampah Dalam Perbaikan Kampung Terpadu


Menghadapi banjir, perobahan cuaca secara ekstrim maupun bencana longsor akibat pemanasan global jadi ingat film "The Day After Tomorrow" tuh........ Tanpa kesadaran masyarakat dan komitmen kuat pemerintah, akan terjadi deh ...............bencana tanpa kita bisa menghadapinya. Untung ada hal baru, mulai makin banyaknya minat masyarakat dan perusahaan mengelola resiko buangan gas methan- sekaligus memanfaatkan kadar organiknya dari sampah. Dengan kompos yang dihasilkan, diyakini berperan dalam memperbaiki tekstur tanah berderai menjadi gembur dan jadi berkemampuan menyerap serta menyimpan air tatkala hujan. Tanah -yang digemburkan dengan kompos- akan menjadi "catchment area" yang baik dikala hujan lebat. Cari cara kurangi resiko banjir ditengah deru pembangunan gedung, jalan dan jembatan menutupi tanah dengan aspal dan beton......ya olah sampah menjadi kompos ................... 
Setelah PT Perusahaan Gas Negara PGN ( Persero) sukses membina masyarakat Bandung, Pemkota Cimahi mendidik warganya dan BKKBN membuat pemodelan pengolahan oleh keluarga di berbagai Provinsi kemudian juga Astra Auto 2000 Sungkono Surabaya mengolah sampah di outlet layanan service-nya dengan komposter Biophoskko, kini Dinas Lingkungan Majalengka, CHF di Aceh atas biaya UNDP, Bapedalda Donggala Sulteng, Dinas Lingkungan Kota Bekasi, Pertamina EP Bunyu di Tarakan, PT Billpass Asri Kersana, PT Mastolindo Surabaya dan perusahaan di Kutai Barat serta banyak lainnya berlomba membina masyarakat dalam mengolah sampah menjadi kompos. Bahkan secara khusus, PT Billpass mengelolanya menjadi suatu proyek Perbaikan Kampung Terpadu (PKT) bagi ratusan rumah tangga di wilayah Pucuk Beringin Kelurahan Sunter Jakarta Utara. 
Model pembinaan masyarakat dalam mengolah sampah menjadi kompos - khususnya menggunakan komposter Biophoskko, baik model rumah tangga maupun komunal- semakin banyak dilakukan oleh kalangan pengusaha dan perusahaan. Sebut saja Unilever Peduli di Surabaya dan PT. Perusahaan Gas Negara ( Persero) di Bandung. Namun hal baru bagi Posko Hijau adalah, ketika Pertamina EP Bunyu Tarakan memesan ratusan komposter Biophoskko untuk menjadikan model pembinaan masyarakat di suatu Pulau Bunyu- yang kita ketahui relatif belum terdengar bermasalah dengan sampah- dan tak lama kemudian suatu perusahaan Developer, PT Billpas Asri Kersana di Sunter Jakarta. Maka jadilah suatu kawasan masyarakat dan ratusan rumah tangga yang peduli sampah serta mengolahnya menjadi kompos. 

 
Hal yang menggembirakan bukan saja kesediaan melakukan Corporate Social Responsibility (CSR) dengan membelanjakan uang bagi pembelian komposter dan bahan habis pakai ( aktivator dan mineral penggembur kompos) dalam pembuatan kompos, namun adalah ketekunan dan komitmennya pada perbaikan lingkungan dengan mengajak masyarakat bukan hal mudah. Namun dengan ketekunan dan kesabaran, serta atas dukungan kit eduksi dan promosi dari penyedia aneka barang keperluan pengolahan sampah yakni PT. Cipta Visi Sinar Kencana (CVSK) Bandung, partisipasi masyarakat dapat ditumbuhkan dalam mengelola sampahnya menjadi kompos.
Sedikit apapun peranannya, upaya banyak pihak pelanggan Kencana Articles diatas dalam membiasakan masyarakat mengelola sampah menjadikannya kompos sangat berarti bagi upaya penanggulangan kemiskinan dan sekaligus perbaikan lingkungan dalam menghadapi banjir. Diketahui kalau kompos mampu meningkatkan kegemburan lahan, mengikat tanah berderai dan meningkatkan pori tanah sehingga berkemampuan menangkap dan memerangkap tanah akan air hujan. Dengan demikian, jika setiap rumah mengelola sampah menjadi kompos dan kemudian membuat tanah pekarangannya menjadi pemerangkap air ( catchment area) seluas 50 m2 per rumah tangga maka dapat dihitung jika 1000 rumah akan berarti 5 ha ( 50.000 m2) menjadi penangkap air dikala banjir. Tentu saja luasan tanah gembur penangkap banjir akan berperanan dalam mengurangi aliran deras air yang membuat bencana. Nah kalau disadari demikian, siapa lagi yang mau partisipasi dalam meluaskan area tanah pemerangkap air dikala hujan dengan membuat kompos di wilayah pemukiman masing- masing ? Mungkinkah semua developer dan pengembang properti - yang notabene sebagai pihak yang berperan dalam melapisi tanah oleh beton dan jalan dapat menyumbangkan peranan membangun kawasan-kawasan catchment area ini dalam bentuk Perbaikan Kampung Terpadu di sekitar perumahan dan properti yang dibangunnya ?? semoga .................Tim Posko Hijau+++)

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos