27.1.10

Pelatihan Bisnis Olah Sampah Kawasan Komersial



Pengelolaan sampah kawasan komersial ( pasar, mall, hotel, restoran, apartemen, pertokoan, perumahan, dan sejenisnya) oleh Undang undang No 18/ 2008, bisa menjadi peluang bagi usahawan kecil (UKM), koperasi, lembaga dan LSM menjadi rekanan/ mitra atau bertindak sebagai kontraktornya. Dengan demikian, persaingan bisnis jasa ini kedepan akan ditentukan oleh penguasaan teknologi proses pengelolaan sampah yang ditawarkan. Teknologi haruslah bisa mengolah sampah secara modern, cepat, menguntungkan secara ekonomi dan higienis - menjadi bentuk baru yakni sesuatu yang bisa dijual dan bernilai seperti kompos dan organik cair- serta pengetahuan pemasarannya, dengan itu akan menjadi modal dalam menawarkan jasa pengelolaan sampah kepada setiap kawasan komersial tersebut.

Bagi kepentingan meraih prospek usaha kecil diatas, ditawarkan pelatihan " Bisnis Pengelolaan Sampah" menjadi kompos dan organik cair menggunakan teknologi Biophoskko dengan materi :

1. Pengetahuan sampah organik, anorganik, B3 serta teknik pemilahannya dan Undang Undang No 18/ 2008 tentang Pengelolaan Sampah,

2. Prinsip dekomposisi, fermentasi sampah organik dan alat teknologi percepatan prosesingnya,

3. Praktek mengelola sampah organik, pengemasan serta pengelolaan pemasaran kompos dan pupuk organik cair,

Para Pemateri acara ini antara lain :

1, Ir Sonson Garsoni ( Praktisi Bisnis Komposter dan pemasaran)

2.Ir. Rika Listikawati ( Praktisi pembuatan kompos)


Pelatihan akan sangat bermanfaat bagi :

1. Peminat usaha skala kecil (UKM), LSM, koperasi, lembaga dan peminat bidang pertanian, pupuk dan lingkungan hidup,

2. Konsultan, Event organizer dan pejabat terkait pelaksanaan "Corporate Social Responsibility/ CSR" serta PKBL

3. Pengelola kebersihan kota dan developer ( perumahan, apartemen), kebersihan hotel, restoran dan mall

4. Peminat dan penggiat pengelolaan kebersihan kota dan lingkungan hidup

Acara dilaksanakan untuk 16 orang per angkatan. Sebagaimana pelatihan angkatan I, II, III, IV, V maka angkatan VI ( 6 Februari 2010) adalah 16 orang pertama yang melakukan registrasi dan menyelesaikan administrasi.

Peserta dikenakan penggantian biaya ( makan siang, minuman, 2 x snack dan kit materi pelatihan serta VCD peliputan ) Rp 100.000,- ditransfer sebelum acara ke :

1. BCA Asia Afrika Bandung, No. 2791189120, an Budi Permana, SE

2. Bank Mandiri Asia Afrika Bandung, No. 1300004936327 an Budi Permana, SE

Konfirmasikan pendaftaran dan kontribusi kepesertaan ke:

Ratih Herdianti,
Telpon: +62-22-4262253,
Faks: +62-22-4214084,
Jl. Pungkur 115 B Bandung
Bandung West Java 40251
SMS : +62-81320666886

Demikian semoga informasi ini bermanfaat

Salam Hijau,

4 komentar:

Anonim mengatakan...

bisa digunakan di kebun2 untuk kepentingan pertanian organik nih.........

Anonim mengatakan...

Pembangunan industri kompos ini tidak bisa dilakukan secara besar-besaran seperti kalau membangun pabrik pupuk urea atau ZA. Industri kompos akan berskala kecil dengan volume produksi sekitar 5.000 ton per pabrik per tahun. Nilai investasi pabrik tersebut juga hanya sekitar Rp 100.000.000,- Omset per tahunnya kurang-lebih Rp 500.000.000,- Tetapi untuk komoditas padi dan jagung di seluruh Indonesia, diperlukan sekitar 6.000 pabrik kompos skala 5.000 ton tersebut.

Sonson Garsoni mengatakan...

setelah pengalaman mengelola produksi kompos dengan cara open windrows lebih dari sepuluh tahun, bagi efisiensi dan modernisasi, sejak tahun 2010, manajemen memutuskan penggunaan instalasi mesin RotaryKiln dari http://www.kencanaonline.com/

KencanaOnline.Com mengatakan...

pembuangan jumlah sampah dari 220 jt penduduk Indonesia adalah 176.000 ton/hari atau 63.360.000 ton/ tahun ( standar 0,8 kg/jiwa/kapita atau 2,6 liter/orang/hari) ke TPA menyebabkan polusi (bau, cairan leacheate) sepanjang jalan dari TPS menuju TPA,

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos