9.12.10

Pupuk Kompos dalam Reklamasi Lahan Tambang

KOBA, BANGKA POS.com — Komitmen PT Koba Tin untuk melaksanakan kewajiban mereklamasi kawasan eks tambang sampai dengan November 2010 sudah mencapai sekitar 5.683 HA. Dan diharapkan agar sampai tahun 2013, tambahan lahan yang harus direklamasi sekitar 2.600 HA, sedangkan sebagian lahan lainnya masih merupakan lahan penambangan aktif.

Proses reklamasi dilakukan dengan metode topsil yang menggunakan pupuk kompos. Total pupuk kompos yang dibutuhkan sekitar 200 ton/bulan. Selain melakukan upaya reklamasi, pihak manajemen PT Koba Tin juga melakukan inovasi reklamasi dengan mengembangkan lahan eks tambang untuk usaha budidaya ikan air tawar, tanaman sawit, gaharu, padipadian serta tanaman produktif lainnya.

Bahkan PT Koba Tin mengembangkan lahan eks tambang sebagai bahan baku PDAM sekitar puluhan HA di wilayah Jongkong. Direktur Community Developmen, Public relation and reklamasi PT Koba Tin, H. Darmansyah Nawawi, Kamis (9/12/2010) menjelaskan bahwa luas lahan kontrak karya PT Koba Tin seluas 41.510 HA mencakup wilayah Bangka Tengah dan Bangka Selatan. Akan tetapi lahan yang digunakan untuk penambangan hanya sekitar 13.300 HA. Dan lokasi penambangan hampir 70% merupakan lokasi rawa-rawa.

“Sampai tahun 2013, kita masih harus melakukan sekitar 2600 HA lahan perlu direklamasi. Sebagian lahan masih merupakan wilayah penambangan aktif. Dan kita harapkan agar lahan yang sudah direklamasi dijaga bersama. Prinsipnya PT Koba Tin tetap bertanggung jawab terhadap lahan eks penambangan yang harus direklamasi,” jelas Darmansyah.

Darmansyah menjelaskan bahwa lahan eks tambang yang sebelumnya merupakan rawarawa setelah penambangan berubah menjadi daratan dan ditumbuhi berbagai species tumbuhan sehinga bisa dimanfaatkan.
Darmansyah menambahkan bahwa di lokasilokasi yang sudah direklamasi dibangun tugu reklamasi yang berisikan data awal penambangan, luas penambangan serta upaya reklamasi yang sudah dilakukan.(bangka pos.com/respi)

Tidak ada komentar:

Pupuk Kompos

Pupuk kompos adalah hasil penguraian parsial/tidak lengkap dari campuran bahan-bahan organik yang dapat dipercepat secara artifisial oleh populasi berbagai macam mikroba dalam kondisi lingkungan yang hangat, lembab, dan aerobik atau anaerobik (Modifikasi dari J.H. Crawford, 2003). Sedangkan pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi. Membuat pupuk kompos adalah mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar pupuk kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, mengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan.

Posting Pupuk Kompos

Tempat Pelatihan Olah Sampah, Membuat Kompos dan Biogas

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos

Memulai Pembuatan Pupuk Kompos
Menghijaukan Kota dimulai dengan penyediaan pupuk kompos diolah secara mandiri dari bahan sampah di rumah serta lingkungan

Pupuk Kompos HOME

Video Pupuk Kompos

Loading...

Pupuk Kompos (Composting ) Video

Loading...

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman

Pembuatan Pupuk Kompos di Jerman
Masyarakat yang lebih terdidik umumnya menyadari keterbatasan alam menyediakan sumberdaya bagi kehidupan manusia. Salah satu wujudnya adalah dengan mengelola dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang baru dan bermanfaat bagi manusia. Sampah Organik dijadikan pupuk kompos dalam komposter, adalah pemandangan sehari-hari semua keluarga di negara maju.

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)

Proses Pupuk Kompos (Composting Process)
Secara alami material organik- berasal dari keluaran makhluk hidup ( tumbuhan, hewan dan manusia) akan terurai menjadi humus. Alam telah memiliki mikrorganisma dalam tanah, memiliki Carbon dioxida di udara dan air. Kebutuhan adanya penguraian bahan organik ( sampah) untuk kemanfaatannya bagi manusia, membuat lahirnya teknologi pengomposan (composting) agar dekomposisi sampah menjadi cepat, tidak berbau dan menghasilkan polutan maupun lebih meningkatkan derajat manusia pengelolanya. Teknologi Phoskko ( berujud alat media Komposter Biophoskko, aktivator Kompos Green Phoskko dan Mineral Penggembur Green Phoskko) adalah salah satu pilihan teknologi yang sedang digemari masyarakat saat ini- karena kepraktisan dan efisiennya.

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse

Pupuk Kompos bagian 3 R, Reduce-Recycle-Reuse
Mengurangi, menggunakan kembali dan mendaur ulang sampah akan ikut menyelamatkan bumi dari kemungkinan semua hamparan bumi tertutup aneka sampah hingga tak ada lagi areal untuk menanam pohon dan bahan pangan.

Pupuk Kompos di Auto 2000

Pupuk Kompos di Auto 2000
Pada level perusahaan besar, Auto 2000 di Surabaya, misalnya, adalah pengguna paket teknologi Phoskko bagi pengelolaan sampah organik menjadi pupuk kompos di Outlet Auto Servicenya di Sungkono Surabaya. Skala suatu outlet telah menyumbang pada penciptaan lingkungan bengkel menjadi resik, asyik dan unik dengan aneka tanaman obatnya yang memang harus dipupuk kompos.

Penguraian Organik Pupuk Kompos

Penguraian Organik Pupuk Kompos
Sampah diartikan sebagai material sisa yang belum mendapat pengelolaan. Dengan mengelolanya secara baik, bijak dan benar akan menjadikan sampah suatu sumberdaya baru yang sangat berguna untuk kehidupan manusia. Dalam kerangka mendayagunakan itulah perlunya analisis atas karakter berbagai jenis sampah dan mendapatkan teknologi yang tepat bagi pengelolaannya.

Video Pupuk Kompos

Loading...

Video Info Pupuk Kompos

Loading...
Ada kesalahan di dalam gadget ini

Pencarian Kompos